Napas Alea perlahan mulai teratur. Setelah meminum obat penguat kandungan dan kelelahan menangis, wanita itu akhirnya jatuh tertidur. Kalandra berdiri di samping ranjang, menatap wajah pucat istrinya dengan rahang mengeras. Dia menarik selimut hingga menutupi d**a Alea, lalu mengecup kening wanita itu sangat lama. Setelah memastikan istrinya benar-benar terlelap pulas, Kalandra berbalik dan melangkah keluar dari ruang rawat menuju ruang tunggu pribadi VVIP agar suaranya tidak mengganggu Alea. Dimas sudah berdiri kaku di sana, menunggu instruksi. "Hubungi Elang sekarang. Nyalakan pengeras suaranya," perintah Kalandra pelan namun tegas. Dimas mengangguk cepat. Asisten pribadi itu mengotak-atik sabak digitalnya sebentar, lalu meletakkannya di atas meja kaca. Nada sambung terdengar

