201 - Musuh Yang Berbalik (1)

2207 Kata

Sehari sebelum sidang lanjutan. "Pak Kalandra. Kita harus ke rumah tahanan sekarang juga." Suara Elang terdengar sangat mendesak dari pengeras suara ponsel yang tergeletak di atas meja kerja. Kalandra menghentikan ketikannya seketika. "Ada apa, Lang? Sidang lanjutan masih besok pagi. Jangan bilang saksi ahli kita mendapat ancaman dari orang-orang Prabu." "Bukan pihak kita, Pak. Terjadi pemberontakan besar di kubu lawan," lapor Elang cepat. "Satu jam yang lalu Violin resmi memecat Mahendra sebagai pengacaranya. Dia membuat keributan di sel isolasi dan menolak menandatangani berkas pemeriksaan tambahan dari jaksa." Kening Kalandra berkerut dalam. Aku yang sejak tadi duduk membaca berkas langsung meletakkan laporanku. Aku berjalan mendekat ke meja kerja suamiku. "Memecat Mahendra?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN