Alea memutuskan untuk mengabaikan pesan provokatif dari Silva. Ia tidak ingin membiarkan kecurigaan yang disebarkan oleh teman yang baru dikenalnya di kampus baru itu merusak momen kedalamannya bersama sang suami. Baginya, Silva hanyalah orang asing yang tiba-tiba masuk ke hidupnya, sedangkan Kalandra adalah dunianya. Kalandra, yang menyadari kegelisahan di wajah istrinya, mulai menggoda Alea. Ia memang tidak tahu apa yang membuat Alea tampak terganggu, namun ia merasa Alea sedang butuh dihibur. Kalandra menatap Alea dengan tatapan intens yang memabukkan. "Apa yang kamu inginkan, Sayang? Katakan saja, Mas akan berikan," tanya Kalandra dengan suara rendah yang menggetarkan. Alea menggeleng pelan. Ia menatap Kalandra seolah sedang mencari pegangan di tengah badai keraguan yang sempa

