199 - Waktu Intim Berdua (3)

1883 Kata

Aku mengerjapkan mata, merasakan beban hangat di pinggangku. Kalandra masih di sana, memelukku dari belakang dengan napas yang teratur di ceruk leherku. Namun, rasa lapar yang melilit perut mengalahkan keinginanku untuk terus bergelung di bawah selimut. Perlahan aku bangkit, mencoba tidak membangunkan singa yang sedang tertidur pulas itu. Aku memungut kemeja putih milik Kalandra yang tergeletak di lantai kayu—sisa kegilaan semalam—dan menyampirkannya ke tubuhku. Kemeja itu sangat besar, jatuh hingga pertengahan pahaku, dan aroma wangi khas Kalandra yang tertinggal di kainnya membuatku merasa sangat terlindungi. Tanpa repot mencari pakaian dalam, aku membiarkan kulitku bersentuhan langsung dengan bahan katun dingin itu, membiarkan kancing atasnya terbuka bebas. Aku melangkah ke da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN