Aroma lavender dari sabun mandi masih menguar lembut di kulitku. Rasa pegal di bahu dan kakiku perlahan menguap setelah berendam air hangat tadi. Aku duduk bersandar di kepala ranjang sambil membaca majalah, memakai piyama satin yang nyaman. Kalandra baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih sedikit basah, air menetes kecil di pelipisnya. Dia hanya mengenakan celana tidur berbahan katun, membiarkan dadanya terekspos. Pemandangan yang tidak akan pernah membuatku bosan. Pria itu berjalan menghampiriku, lalu merebahkan tubuhnya di sampingku. Dia menyandarkan kepalanya di pahaku dengan manja. "Wangi banget istriku," gumam Kalandra sambil mengendus perutku dari luar piyama. Aku tertawa kecil sambil mengusap rambut setengah basahnya. "Masih pegal badannya?" tanyaku. "Lumayan

