Aku terbangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Rasa lelah di tubuhku terasa seperti pengingat yang manis tentang bagaimana Kalandra mencintaiku habis-habisan. Aku menoleh ke samping. Kalandra masih tertidur lelap dengan posisi telentang, sebelah tangannya berada di bawah kepala, dan separuh tubuhnya hanya tertutup selimut sebatas pinggang. Wajahnya saat tidur terlihat begitu tenang, dia tampan seperti biasa. Melihat dadanya yang bidang dan garis rahangnya yang tegas, sebuah ide nakal tiba-tiba muncul di kepalaku. Aku bergeser perlahan, masuk ke dalam selimut dan merangkak turun tanpa menimbulkan suara. Di bawah sana, aku bisa melihat miliknya yang sudah mulai menegang secara alami—khas pria di pagi hari. Aku mulai menyentuhnya dengan ujung jariku, membelai sepanjang urat yang

