Kalandra semakin menundukkan wajahnya, hingga hidung kami hampir bersentuhan. Tangannya yang semula mengusap perutku kini berpindah, menyelipkan anak rambutku ke belakang telinga dengan gerakan yang sangat sensual. "Tapi Alea..." bisiknya dengan suara yang mendadak menjadi lebih rendah dan serak, "Terlepas dari semua teori grooming atau apa pun yang kamu bahas itu ... kamu harus mengakui satu hal." Aku menahan napas. "Apa?" "Pria dewasa berusia 40 tahun sepertiku..." Kalandra menjeda kalimatnya, matanya menyisir wajahku dengan tatapan yang sangat intens, "...jauh lebih menggoda dan tahu cara memperlakukan wanita dibandingkan laki-laki yang baru belajar tentang hidup, kan?" Wajahku seketika terasa terbakar. Aku tidak menyangka pria yang tadi bicara soal etika dan komitmen dengan sangat

