Setelah dokter menyelesaikan visitasinya dan meninggalkan ruangan dengan pesan-pesan yang ketat, suasana kamar kembali hening. Ibu Marine masih duduk di sisi ranjangku, mengusap punggung tanganku dengan gerakan pelan yang menenangkan. Di dekat jendela, Kalandra berdiri diam sambil memerhatikan kami. Tatapannya tenang, tetapi sulit ditebak apa yang sedang dipikirkannya. "Aku akan menginap di sini malam ini," ucap Ibu Marine tiba-tiba dengan nada mantap. "Ibu tidak bisa tenang kalau meninggalkan kamu hanya dengan perawat rumah sakit." Beliau menoleh pada Kalandra. "Kalandra, kamu pulang sebentar. Ambilkan baju-baju Ibu dan Alea." Kalandra melangkah mendekat, jelas tidak setuju. "Bu, sebaiknya Ibu istirahat saja di rumah. Ibu baru saja mendarat dari perjalanan bisnis, pasti sangat lelah

