Jantungku berdegup kencang saat melihat Kalandra melesat keluar kamar. Teriakan suamiku itu menggelegar, sangat kontras dengan ketenangan yang biasanya ia tunjukkan. "Mas Alan!" aku berseru pelan, namun dia sudah menghilang. Kenapa dia berteriak? Siapa yang dia kejar? Rasa waswas mulai menjalar ke ujung jari-jariku yang masih lemas. Aku mencoba mendudukkan diriku, menahan rasa pusing yang tiba-tiba menyerang akibat efek obat. Suasana kamar yang tadinya hangat mendadak terasa dingin dan asing. Sunyi. Terlalu sunyi. Klek. Suara pintu terbuka kembali terdengar. Aku menghela napas lega. Kalandra sudah kembali? Begitu cepat? "Kenapa tadi berteriak—" Ucapanku terhenti. Sosok yang masuk bukanlah suamiku. Pria itu memakai jubah putih dokter, lengkap dengan masker medis yang menutupi ham

