168 - Author Pov (9)

1357 Kata

Kalandra langsung melangkah lebar menuju lift. Napasnya memburu, bukan karena lelah, tapi karena amarah yang kini bercabang. Ia segera masuk ke dalam mobil dan memerintahkan sopirnya untuk melaju secepat mungkin ke kantor polisi. Di tengah perjalanan, ponselnya kembali bergetar. Elang. "Jelaskan semuanya sekarang," perintah Kalandra tanpa salam. "Ibu Marine benar-benar kehilangan kendali setelah melihat isi chip itu, Tuan," ujar Elang di seberang telepon. "Ternyata isinya bukan hanya soal bisnis kotor. Ada file lawas yang menjadi bukti keterlibatan Prabu dalam kecelakaan yang menewaskan suaminya dulu. Prabu yang mengatur sabotase itu demi menguasai aset keluarga Atmaja." Kalandra memerintahkan sopirnya untuk memacu mobil lebih kencang. Ia duduk di kursi belakang dengan rahang menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN