Setelah kelas berakhir dengan suasana yang sangat kaku, aku melangkah keluar kelas dengan perasaan yang masih tak menentu. Sean dan Vera mengajakku ke kantin, tapi aku menolak halus karena ingin segera pulang. Saat aku sedang berdiri di selasar yang agak sepi sambil memeriksa isi tas—memastikan tidak ada barang yang tertinggal—mataku tak sengaja menangkap sosok seorang wanita yang berdiri mematung di dekat mading pusat. Gerak-geriknya sangat mencurigakan. Ia tidak bergabung dengan kerumunan mahasiswa yang masih riuh di sana, melainkan hanya berdiri di sudut bayangan, menatap foto-foto Silva dengan tatapan yang sulit diartikan. Saat aku mencoba melangkah mendekat karena merasa curiga, wanita itu tiba-tiba menoleh. Begitu pandangan kami bertemu, matanya membelalak kaget. Tanpa sepata

