Proses kepulanganku berjalan cepat dan efisien. Elang sudah mengurus seluruh administrasi sejak subuh, sehingga kami bisa meninggalkan rumah sakit melalui pintu samping tanpa menarik perhatian. Perjalanan menuju apartemen terasa hening, namun tangan Kalandra tidak pernah lepas menggenggam jemariku di dalam mobil. Sesampainya di lobi apartemen, Kalandra dengan sigap memindahkan tubuhku ke kursi roda dan mendorongku masuk ke dalam lift khusus penghuni penthouse. Begitu pintu unit terbuka, Kalandra membawaku ke ruang tengah. Ia baru saja hendak membantu memindahkan posisi dudukku ke sofa yang lebih nyaman ketika bel pintu berbunyi. Layar interkom menampilkan wajah Ibu Marine. Beliau tampak tergesa-gesa. Elang membuka pintu. Ibu Marine langsung melangkah masuk dengan napas memburu, tas

