"Mr. Jarvis?" Kalandra menyebut nama itu dengan nada tanya yang sangat serius. Pria di depan kami tampak sedikit tersentak. Garis wajahnya yang semula kaku mendadak berubah saat ia membalas tatapan suamiku. Mata biru keabu-abuannya sedikit melebar. "Tuan Kalandra Atmaja? Ini benar, Anda?" balas Jarvis dengan nada yang tak kalah terkejut. Kalandra mengukir senyum tipis, tapi tetap penuh hormat. Ia mengulurkan tangannya, yang langsung disambut erat oleh pria asing itu. Keduanya bersalaman seperti dua kolega lama yang tiba-tiba bertemu di tempat yang sama sekali tak terduga. "Tentu saja ini saya. Senang bisa bertemu Anda lagi, Tuan Jarvis. Bagaimana kabar Anda?" sapa Kalandra ramah. "Kabar saya sangat baik. Saya benar-benar tidak menyangka bisa bertemu Anda di sini, di acara ini," jawab

