227 - Bicara 4 Mata

1855 Kata

Aku mengangguk pelan. Lalu mengikuti langkah Miss Mahira menjauh dari area panggung. Kami berjalan menuju kursi panjang di sudut paling ujung taman. Tempat itu cukup sepi. Sebagian besar tamu sedang berkumpul di dekat meja makan atau mulai bergerak ke arah pintu keluar. Dari kejauhan aku masih bisa melihat Kalandra berdiri di dekat gerbang depan. Ia sedang mengobrol dengan beberapa rekan kerjanya. Suamiku jelas tidak menyadari aku berjalan ke sini bersama Miss Mahira. Kami berhenti di depan kursi panjang itu, lalu duduk saling berhadapan. Aku menatap wajah Miss Mahira dengan penuh tanda tanya. Ekspresinya terlihat sangat tegang. Melihatnya seperti itu, aku ikut merasa gugup. Tanganku tanpa sadar meremas ujung gaunku di pangkuan. Aku mulai bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Kenapa di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN