Aku baru saja selesai mandi dan mengencangkan tali jubah mandiku saat pintu kamar terbuka. Kalandra berdiri di sana. Rambutnya sedikit berantakan, dasinya sudah lepas, dan tatapannya langsung mengunci mataku. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya berdiri membisu, menatapku dengan tatapan yang sangat dalam, seolah sedang menguliti setiap rahasia yang aku simpan. Aku merasa sangat gugup. Alih-alih mendekat, aku memilih berjalan pelan dan duduk di sisi ranjang, meremas pinggiran sprei dengan jemari yang dingin. Kalandra melangkah mendekat. Bayangannya menyelimuti tubuhku saat dia berhenti tepat di depanku. Ia membungkuk, lalu jemari tangannya yang hangat menyentuh daguku, menariknya ke atas agar aku menatapnya. Dia memiringkan wajahku ke kanan dan ke kiri, menelitinya den

