187 - Terkunci ⚠️

2061 Kata

"Masuklah." Suara Kalandra terdengar berat di belakangku. Aku melangkah masuk. Sensor gerak bekerja dan lampu ruangan menyala seketika. Mataku menyapu sekeliling ruangan itu. Jantungku berpacu cepat melihat pemandangan di hadapanku. Ini bukan gudang arsip. Ruangan ini adalah sebuah kamar bayi. Lantainya dilapisi parket kayu hangat dengan karpet bulu tebal berwarna abu-abu di tengahnya. Di sudut ruangan berdiri sebuah boks bayi dari kayu jati kokoh dengan ukiran klasik. Di dalamnya sudah terpasang seprai bermotif awan-awan kecil berwarna netral. Di samping boks itu ada lemari kaca besar. Isinya bukan berkas perusahaan melainkan deretan sepatu bayi. Ada sepatu rajut mungil. Ada sepatu kulit mini. Ada sneakers bayi bermerek yang bahkan segelnya belum dibuka. Rak dinding di sebel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN