Bab 66 : Saya Cemas. Itu Berbeda Dengan Marah

1096 Kata

"Jihan, kamu mau pulang bareng sekalian?" tanya Jeje santai. Mana mungkin Jihan ikut dalam satu mobil dengan Jeje dan Alea. Apalagi setelah kejadian tadi, pasti semuanya akan menjadi makin tidak nyaman jika ada dia di tengah-tengah. "Ti-tidak, Pak, terima kasih, tapi saya naik taksi aja." Alea hanya diam dan tertunduk, sementara Jeje terus menggenggam tangannya seolah tidak akan melepasnya. Melihat itu membuat Jihan tersenyum, dia lega karena Jeje datang menyelamatkan Alea tadi. Kalau tidak, dia mungkin akan sangat menyesal, dia merasa bersalah karena membiarkan Alea bersama Revan. "Tidak apa-apa, Jihan, kalau kamu mau nanti saya akan antar sampai depan rumah kamu," kata Jeje. Dia tidak enak karena kebetulan mereka keluar bersama dari tempat pesta tadi. "Em, beneran, saya naik tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN