Senyum kecil melingkar di bibir mungil Aleandra. Pipi merona, rambut yang masih acak-acakan itu menatap wajah Jeje terlelap di sampingnya. "Pagi," ucap Alea pelan sekali, serupa bisikan. Kalau di ingat lagi, baru kali ini Lea memperhatikan wajah Jeje dengan detil. Hidung mancung, bibir yang seksi, juga bulu mata lentik dan paling Lea sukai adalah bagian jakun yang bergerak-gerak di leher Jeje. "Plis banget Lea tahan diri lo!" pekiknya sekuat tenaga menahan. Kemudian dia membekap mulut dengan telapak tangan. Takut-takut Jeje mendengar suara Lea yang histeris tadi. "Liat apa?" Aleandra tersentak mendengar suara Jeje. Apa barusan Jeje hanya pura-pura tidur? Matilah lo Aleandra! "Mas udah bangun? Sejak kapan?" tanyanya syok mendengar suara Jeje. Sepertinya benar dugaannya, Jeje pura

