S2: HELSINKI

1905 Kata

Musim berganti, dan puncak musim panas datang begitu tiba-tiba. Kemarin-kemarin, Paris masih penuh suasa musim semi yang khas; pagi yang nyaman, sore yang lembut, dan Belle yang perlahan memahami kondisi baru tubuhnya. Namun minggu-minggu berlalu cepat. Pindahan selesai, pekerjaan menumpuk dan saling mengejar, butik kembali padat, Elroy Holdings menghabiskan waktu Gyan tanpa peduli kalender. Namun, Gyan masih saja menyimpan rasa bersalah kecil yang tak pernah benar-benar hilang. Rasa bersalah karena bulan madu mereka tak pernah terjadi. Bukan karena perang. Bukan karena musuh. Bukan karena hal besar yang menahan langkah. Hanya karena rutinitas harian. Dan justru itu yang membuatnya terganggu. “Finland,” ujar Gyan saat makan malam, seolah tengah melontarkan keputusan di tengah meeting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN