"Buka mata, Sayang," bisik Abimana. "Aku punya sesuatu yang harus kamu miliki sebelum kita mendarat." Tiara membuka mata, melihat kotak itu. "Mas, ini bukan koper arsip lagi, kan?" tanyanya setengah bercanda. Abimana tersenyum geli. "Lebih baik dari itu." Tiara menerima kotak itu dengan hati berdebar. Di dalamnya tersemat kalung berlian yang desainnya sangat sederhana namun elegan, mencerminkan selera mewah Abimana. Di tengah kalung itu terdapat inisial T yang dibuat dari berlian kecil yang bersinar terang. "Ini hadiah apa, Mas?" tanya Tiara, matanya berkaca-kaca. "Ini bukan hadiah. Ini adalah pengingat," kata Abimana, meraih kalung itu dan memasangkannya di leher Tiara. "Pengingat bahwa kamu adalah milikku sepenuhnya. Di tengah semua janji temu dokter yang tegang dan diagnosis yang r

