Pintu ruang kerja itu terbuka dengan sentakan pelan namun berwibawa. Sosok pria dengan jas abu-abu gelap berpotongan sempurna berdiri di sana. Wajahnya keras, dengan tatapan mata yang lebih tajam dari silet. ”Vicenzo." Bibir Xander terkatup rapat ketika menyebut nama pria itu. “Dad!" Wilder sendiri kaget kenapa tiba-tiba ayahnya datang ke kediaman Atmajaya. Namun, tak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui alasan dibalik itu. Karena beberapa detik setelahnya seorang wanita cantik dengan raut wajah cemas namun penuh otoritas segera merangsek masuk, mengabaikan protokol keamanan rumah Atmajaya. "Wilder! Ya Tuhan, Wilder!" seru Zoya, sang ibu, yang langsung menghambur ke arah putranya. Wilder, yang tadinya duduk dengan gaya pongah layaknya raja jalanan, seketika menegang. Wajah psikopat

