Letizia membeku. Tangannya yang sudah menyentuh gagang pintu kayu itu mendadak kehilangan tenaga. Suara anak buah Jourell soal proyek lama itu terus berdering di telinganya seperti lonceng kematian. Baru saja ia hendak memutar gagang pintu, sebuah suara lembut namun mengejutkan datang dari arah belakang. "Zia? Sedang apa di sini, Sayang?" Letizia tersentak hebat, ia memutar kursi rodanya dengan cepat hingga napasnya tersenggal. Serena berdiri di sana, menatapnya dengan kening berkerut halus namun tetap dengan senyum keibuannya yang hangat. "Ah... Ma. Aku... aku hanya bingung mencari perpustakaan. Tadi sepertinya aku salah belok," dusta Letizia, suaranya sedikit bergetar. Ia meremas pegangan kursi rodanya untuk menyembunyikan tangannya yang gemetar. Serena mendekat, mengusap bahu Letiz

