Letizia baru saja hendak menggerakkan roda kursinya secara impulsif untuk mengejar sosok Paman Albert, namun sebuah tangan besar yang hangat tiba-tiba mendarat di bahunya. Letizia tersentak hebat, jantungnya seolah melompat ke tenggorokan. "Mencari siapa, Sayang?" Suara berat dan bariton itu sangat familiar. Letizia menoleh dan mendapati Jourell sudah berdiri di belakangnya. Jourell tampak sangat berwibawa dengan setelan jas charcoal yang masih rapi, meski gurat kelelahan tipis terlihat di sudut matanya. Ia baru saja menyelesaikan pertemuannya di sekitar area mal dan memutuskan untuk menjemput istrinya lebih awal. "Jourell! Kau mengejutkanku," bisik Letizia, napasnya masih memburu. Jourell menyipitkan mata, menatap ke arah pilar tempat Letizia memaku pandangannya tadi. "Kau terlihat pu

