Bab 51. Saksi Yang Dipasung

1194 Kata

Letizia tersentak. Tubuhnya menegang hebat dan secara refleks ia mencoba menggeser duduknya, hendak menjauh dari pria yang baru saja mengaku sebagai pencabut nyawa. Namun, sebelum Letizia sempat beranjak, tangan Jourell bergerak dengan kecepatan kilat. Ia mencengkeram pergelangan tangan Letizia dengan kuat, namun tidak menyakiti. Memaksa wanita itu untuk tetap di tempatnya. "Jangan menjauh, Zia," geram Jourell parau. Ia bangkit dari pangkuan Letizia, kini duduk bersimpuh di hadapan istrinya, menatap Letizia dengan mata hazel yang berkilat penuh damba sekaligus luka yang amat dalam. "Kau takut?" tanya Jourell, suaranya bergetar rendah. "Percayalah, tidak ada yang benar-benar ingin berada di situasi ini. Dunia tempatku tumbuh tidak memberiku pilihan antara menjadi putih atau hitam. Pilihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN