149~DS

1738 Kata

“Tumben ngajak ke resto tapi nggak di ruang VIP?” protes Melati menatap Lex yang duduk di samping Pras. Pria itu tidak menatapnya sama sekali dan hanya sibuk dengan tabletnya. “Kita masih nunggu orang,” ujar Lex akhirnya menatap Melati, lalu mengangkat tangan pada pelayan. “Kamu pesan dulu. Kami sudah, tinggal nunggu makanan datang.” Melati segera memesan makanan dan minuman setelah pelayan datang. Sesudahnya, barulah ia mengajukan pertanyaan lagi. “Kita lagi nunggu siapa?” tanya Melati lalu berdecak kecil. “Padahal aku sudah janji mau ngajak Zetta jalan.” “Tunda dulu,” ujar Pras melihat jam tangannya sekilas. “Ada pekerjaan yang harus kamu selesaikan.” “Tapi ini bukan agenda Pak Kaisar, kan?” Melati mencondongkan tubuh setelah melipat kedua tangan di atas meja. “Jadi, apa pekerjaann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN