165~DS

1634 Kata

Pagi itu, sama seperti hari-hari biasanya. Namun, ada rasa lega yang berbeda, mengalir di antara dua insan yang masih betah saling berbagi kehangatan meski mata mereka sudah sama-sama terjaga. “Pras …” “Hm?” “Apa kakimu belum ada perubahan selama terapi di sini?” tanya Sinar bersila di samping Pras, lalu menusuk-nusuk paha sang suami dengan telunjuknya. Pras terdiam sejenak. Menahan ekspresinya karena ulah Sinar. “Kamu sudah capek ngurusin suami cacat sepertiku?” “Ini masih pagi,” ujar Sinar mencubit gemas sisi pinggang sang suami. “Jadi jangan cari gara-gara! Jangan bikin aku kesel! Tinggal jawab aja, apa susahnya.” “Oh.” “Kok cuma oh?” Tangan Sinar kembali menepuk lengan Pras. “Kamu nggak mau cepet-cepet jalan lagi?” “Jadi, kamu ingin aku cepat sembuh?” “Ya iyalah! Gimana sih!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN