138~DS

1717 Kata

“Siang Om Esar,” sapa Sinar saat pintu lift di belakang punggung Pras terbuka. “Papi?” gumam Pras melepaskan kedua tangan Sinar seketika. Ia berbalik dan ekspresinya sontak berubah, ketika tidak melihat Kaisar di depan mata. Sinar telah membohonginya. Wanita itu mempermainkannya. “Bye, Pras!” Sinar menunduk, bergeser ke samping lalu mencoba berlari keluar lift secepat mungkin. Akan tetapi, langkah Sinar terjegal dengan kaki panjang Pras. Saat tubuhnya hampir terjerembab, tangannya ditarik cepat hingga Sinar berdiri seketika. “Kaki pendekmu itu, nggak mungkin bisa melewatiku,” ujar Pras mencengkram erat tangan Sinar dan memberi tatapan remeh. “Lamban!” “Lepasin! Aku mau pulang!” desis Sinar. “Aku antar.” Pras membawa Sinar keluar lift. Melewati lobi gedung dengan menggenggam era

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN