139~DS

1588 Kata

“Mbak, disuruh mas Bima masuk aja,” ujar Ali tiba-tiba muncul dari arah samping. Sinar menebak, pria itu keluar dari arah garasi. “Langsung ke kolam renang, soalnya mas Bima baru bangun.” Satu tangan Sinar spontan menepuk dahi. Ia sudah buru-buru pergi dari rumah meninggalkan Asa dan Aya bersama Wati pagi-pagi, tetapi orang yang ditemuinya ternyata baru bangun tidur. “Aku masuk sendirian?” tanya Sinar bangkit perlahan dari kursi teras. Untuk lokasi kolam renang, Sinar memang sudah mengetahuinya karena sempat berkunjung ke rumah Bima ketika masih kuliah dulu. Namun, tetap saja ada rasa sungkan, jika harus memasuki rumah mewah itu seorang diri tanpa ada yang menemani. “Iya, Mbak.” “Kan, nggak enak, Li,” ucap Sinar sambil memeluk tas laptop yang dibawanya. “Anterin, ya! Entar kalau ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN