“Apa rencanamu sebenarnya sama Sinar, Mas?” tanya Elo ketika mereka sudah duduk di lobi hotel. Beristirahat sejenak, sebelum melakukan kegiatan berikutnya. Pras bersandar pada sofa lobi, merentangkan satu tangan di atas punggung sofa menatap Elo. Sementar tangan lainnya, tengah memegang botol air mineral yang masih terbuka. “Aku nggak punya rencana apa-apa.” Pras menatap Bima yang membuka sebuah kotak mika di pangkuan. Melihat sebuah roti yang bertabur banyak keju di atasnya. “Dan memang nggak ada yang perlu direncanakan.” Elo tidak mengira akan mendapat jawaban seperti itu dari Pras. Padahal, pria itu sudah membuat Sinar bercerai dengan Bintang. Sungguh, Elo tidak bisa menebak jalan pikiran Pras sama sekali, sehingga ia tidak tahu bagaimana harus menjaga dan melindungi Sinar ke depann

