Keheningan yang mengikuti sesi foto keluarga pertama itu bukanlah keheningan yang kosong. Itu adalah keheningan yang penuh dengan kehidupan: gumaman bayi di kamar sebelah, suara Zumena memimpin Yayasan dari kantor barunya di rumah, dan ketukan keyboard Jafran yang mengatur kekaisarannya dari ruang kerjanya. Itu adalah keheningan kedamaian yang mapan, sebuah pertanda bahwa benteng Abimana kini sepenuhnya utuh. Di balik dinding benteng yang kokoh, di dunia luar yang kejam, ada satu bayangan yang masih mencoba mencari celah: Nicholas. Terkurung, terisolasi, dan benar-benar tidak berdaya, Nicholas adalah cerminan dari kegagalannya. Selama berbulan-bulan, ia telah mencoba berbagai cara untuk menghubungi Zumena, mengirimkan surat-surat yang penuh penyesalan palsu, permohonan yang dramatis, da

