Kehidupan di benteng Abimana telah mencapai sebuah kesempurnaan yang rapuh. Zumena dan Jafran telah menguasai ritme pengasuhan anak pertama mereka, menyeimbangkan peran mereka sebagai orang tua yang setara dengan ambisi mereka di Yayasan dan kekaisaran Abimana. Kekacauan yang terorganisir telah menjadi norma, dan di tengah-tengah kelelahan, cinta mereka terasa lebih kuat dan lebih matang. Namun, dalam dua minggu terakhir, ada anomali kecil yang mengganggu sistem yang telah mereka bangun dengan cermat. Zumena merasa kelelahan yang berbeda. Bukan kelelahan yang menyenangkan yang muncul setelah begadang atau sesi Maestro yang liar di dapur, melainkan kelelahan yang mendalam, yang terasa akrab dan asing secara bersamaan. Ia mulai merasa mual di pagi hari, sebuah sensasi yang ia yakini dis

