Ruang dewan Abimana selalu menjadi panggung bagi Jafran, sebuah aula marmer dan baja di mana keputusan miliaran dolar disepakati dengan ketegasan dingin. Namun hari ini, energi di ruangan itu terasa berbeda. Di kepala meja, Jafran duduk dengan aura kekuasaan yang tak tergoyahkan, tetapi di sisinya, Zumena duduk sebagai mitra yang setara. Zumena, meskipun sedang hamil muda, memancarkan ketenangan seorang ratu, mengenakan setelan yang disesuaikan dengan apik, dengan tablet dan catatan di depannya, siap. Kehadiran Zumena di rapat dewan strategis ini bukanlah formalitas; itu adalah penegasan kekuasaan Jafran, yang secara terbuka mengakui istrinya sebagai sekutu strategisnya yang paling berharga. Para direktur dan eksekutif, yang terbiasa dengan d******i Jafran yang tunggal, memperhatikan di

