Jafran tersenyum, membelai pipi Zumena. "Safir melambangkan kejujuran, ketenangan, dan kesetiaan. Aku ingin cincin ini menjadi pengingat abadi bahwa yang paling berharga darimu bukanlah berlianmu, bukanlah namamu, tetapi kejujuran yang kamu tunjukkan saat kamu berjuang melawan aib. Dan biru, itu adalah warna kedamaian, kedamaian yang baru kita temukan, setelah semua kekacauan itu." Zumena memegang cincin itu erat-erat. Dia teringat bagaimana dia merasa terkontaminasi, bagaimana Nicholas berhasil membuatnya merasa kotor. Dia teringat bagaimana dia menolak Jafran, karena merasa tidak layak mendapatkan cinta yang bersih. Kini, safir biru itu adalah simbol visual bahwa dia tidak hanya bersih, tetapi dia juga berharga. "Dulu," Zumena memulai, suaranya sedikit melankolis, "Aku takut. Aku takut

