Kebebasan yang Terukir.

1023 Kata

Jafran mendekat, menarik Zumena ke dalam pelukan lembut. "Aku tahu, Sayang. Aku ingat setiap keraguan di matamu. Aku ingat setiap kali kamu menarik diri. Saat itu, kita bukan kekasih; kita adalah sekutu yang terluka. Kita menggunakan keintiman sebagai perisai, bukan sebagai koneksi. Tapi malam ini, segalanya berbeda." "Apa yang berbeda?" tanya Zumena, matanya mencari jawaban di mata Jafran. "Kejujuran," jawab Jafran, ia membelai rambut Zumena dengan kelembutan yang jarang ia tunjukkan. "Dulu, aku mencintaimu, tapi aku membiarkan strategi dan kendali mendominasi. Aku tidak berlutut, aku tidak memohon. Aku hanya memberi perintah. Malam ini, aku memberikan segalanya, termasuk kerentananku. Dan kamu, kamu menerimanya, bukan karena kamu butuh perlindungan, tapi karena kamu memilihku. Ini adal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN