Daylon dan Hugo berjalan keluar dari rumah sakit, tapi ketika keadaan sepi, serta-merta Daylon menarik kerah baju Hugo dan menyeretnya ke sudut halaman yang sepi dari orang-orang. “Uncle!” seru Hugo, dia sudah bisa menebak jika Daylon akan melakukan ini, tapi tetap saja dia terkejut karenanya. “Kemari kau!” ujar Daylon dengan nada marah. Hugo pun mengeratkan rahangnya, tapi dia tidak melawan dan menurut saja mengikuti tarikan Daylon. Hingga kemudian mereka sampai di tempat sepi, barulah Daylon melepaskan cengkraman tangannya, membuat Hugo terjerembab dan hampir jatuh karenanya. “Apa maksud kamu berkata seperti tadi?” tanya Daylon. Hugo menatapnya tanpa gentar, dia tersenyum miring pada pamannya itu. “Menurut Uncle apa? Aku hanya sekedar menyuarakan isi hatiku karena memang Uncle s

