Zalikha menoleh pada Daylon yang menyentuh kepalanya dengan satu tangannya yang bebas. Daylon pun sejenak menoleh padanya lalu kembali fokus ke mengemudi. “Kenapa? Kamu masih ragu, kenapa?” tanyanya. Zalikha menghela nafas dalam-dalam. “Entahlah, Mas, rasanya aku merasa tidak enak memberitahu ayah,” tuturnya lirih. Daylon mengerti, dia bisa menebak pikiran istrinya itu yang mungkin merasa bingung untuk memberitahu keluarganya lebih cepat lihat situasi sara dan juga yang selalu saja iri dengki terhadapnya “Nggak apa-apa, Sayang? Perlahan saja, tenangkan saja dulu diri kamu sebelum memberitahu kabar gembira ini kepada ayah!” ucap Daylon seraya membelai rambut Zalikha. Zalikha terenyum tipis kemudian mengangguk mengiyakan. “Sekarang kamu mau ke mana dulu?” tanya Daylon. Zalikha tampa

