Acara ulang tahun telah usai. Halaman rumah yang tadi riuh rendah oleh celoteh anak-anak dan musik ceria, kini berubah menjadi sunyi tamu undangan pergi satu per satu. Sisa-sisa pesta berserakan di halaman yang tidak begitu luas itu, piring kertas, sedotan, dan sobekan balon warna-warni bertebaran di paving blok. Juned sudah pamit kembali ke bengkel. Indri dan orang tua Bima masih berada di dalam rumah, membantu membereskan sisa pesta. Bima tetap bertahan di teras, berdiri seperti penjaga di sebelah kotak kado besar yang masih terbungkus rapi, seakan menjadi pengingat niat baik yang tertolak. "Sudah kukatakan, singkirkan kotak itu dari sini." Rita mendekat, suaranya rendah namun tajam seperti silet. Tubuhnya kaku, tangan terkepal di sisi tubuhnya. "Aku yang memesannya untuk Sisi," jawab

