“Update terus ya, Izora?” pinta Bintang setelah mengenakan sepatunya. “Aku baca-baca sih tiga hari masih demam baru tes darah, A,” balas Helia. “Aku lebih percaya sama insting kamu. Kalau menurut kamu kita perlu ke rumah sakit, ya ngga perlu nunggu hari ketiga.” “Kalau ternyata ke rumah sakit ujung-ujungnya cuma disuruh pulang dan pantau dulu?” “Alhamdulillah. Jauh lebih baik daripada terlambat berobat.” “Iya sih.” “Pokoknya, kabarin. Oke?” Helia mengangguk. Sekitar lima belas menit berselang, Bintang tiba di kantornya. Ia terlambat tiga menit dan tak mungkin langsung ke ruang meeting. Ren bilang, ada beberapa dokumen yang butuh approval-nya segera. “Yang lain sudah ngumpul?” tanya Bintang sambil membaca cepat salah satu dokumen. Ia mencoret di beberapa bagian, memberi sedikit ca

