CERMIN

2501 Kata

“Ngga enak banget sih dilihatnya,” sambat Helia. Ia berdiri di tengah kepulan uap hangat, menatap pantulannya di cermin vanity. Helia mulai membayangkan, tubuhnya sebelum hamil, saat hamil, lalu kini. Beratnya tak bertambah, sempat turun banyak selepas melahirkan, namun perlahan naik dan stabil di kisaran ideal. Ia bernapas dalam. Perutnya yang masih bergelambir ia elus. Ada garis samar yang membelah di bagian tengah. Kulitnya tampak lebih gelap di beberapa bagian. Stretch mark tipis membentuk pola acak di sisi kiri-kanan perut dan paha. Helia lalu memiringkan tubuh, mengamati siluetnya dari samping. Payudaranya membesar. Berat. Tidak simetris. Bra menyusui yang ia kenakan tampak fungsional, bukan lagi cantik seperti lingerie-lingerie yang kini hanya tersimpan rapi di lemari. Ia tak i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN