Dua hari berikutnya, Helia bertemu vendor lainnya di kantor kecil Théologie. Kali ini, Dahlan—pemasok bahan pemanis mereka. Ia datang tepat waktu, namun postur duduknya terlalu nyaman, seperti orang yang merasa tak ada hal yang perlu dibahas. “Jadi, Kak Helia mau bahas apa?” tanyanya. “Aku justru mau dengar dulu dari Bapak,” ujar Helia. “Kenapa belakangan pengiriman jadi sering mundur. Apa ada yang berubah di sistem Bapak?” Dahlan terkekeh. “Sistem saya ya gini-gini aja, Kak. Cuma… ya Kak Helia tau sendiri, usaha F&B kecil itu rawan. Apalagi konsepnya niche. Kadang ramai, kadang sepi.” Niche yang dimaksud Dahlan adalah segmen pasar kecil dengan kebutuhan dan selera yang spesifik. Helia mengangguk. “Saya paham, Pak.” Dahlan tampak lega, mungkin ia mengira Helia sudah melunak. “Tapi y

