EPILOG-TENANG

2202 Kata

“Kita sudah sampai, Pak.” Bintang membuka mata, menarik napas dalam. Ia lalu noleh ke jendela mobil. Bangunan pabrik yang dituju sudah berdiri di depannya dengan tampilan yang terasa berbeda. Fasadnya sudah diperbarui, area parkir lebih rapi, gerbang utama yang sebelumnya terlalu kaku, kini dipenuhi pot-pot tanaman yang diletakkan di tepi kanan-kiri jalan. Sopirnya turun lebih dulu, lalu gegas membukakan pintu untuk Bintang. Pagi itu udara terasa lembap, cahaya matahari juga sudah mulai terik, menyoroti beberapa perubahan tempat itu. Yang paling mencolok adalah nama Laksmana Parfum yang kini tak lagi terpajang di dinding gedung. Sebagai gantinya, muncul nama baru; ÉTOILE—diambil dari bahasa Prancis yang berarti bintang. Di fase transisi ini, Bintang dan tim marketingnya fokus memberi s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN