“Cute bangeeet!” goda Arani seraya menyenggol pelan lengan Helia selepas Yudi menceritakan awal mula Helia dan Bintang saling mengenal. “Kukira abang driver ojol, ternyata CEO, ya Ya?” Helia tersenyum kaku. Munik mendengus keras. “Sok sibuk amat. Sempat-sempatnya jemput keluarga orang.” Yudi melirik istrinya sekilas. “Setidaknya dia sibuk nolong orang yang bagi dia keluarga, bukan malah sibuk nyinyir biar keluarganya ngerasa down!” Munik memasang ekspresi meremehkan. “Palingan juga sengaja, kantornya ke Théologie kan ngga jauh, pernah lihat Helia kali. Aji mumpung! Biar kelihatan paling peduli, paling perhatian.” Helia berdiri dari duduknya. “Helia capek. Tidur duluan, ya Mi, Pi, Kak,” ujarnya lesu. Lelah rasanya berada di tengah keluarga yang panasnya seperti kawah gunung berapi akt

