AFTERTASTE

2351 Kata

Hari ketiga setelah peluncuran seasonal menu terbaru Théologie. Nadia Blanche. Semacam ungkapan rasa syukur sang owner atas kelahiran putri pertamanya. Sebenarnya, Helia cukup gugup berhubung ia tak meracik langsung menu tersebut di Théologie. Terlebih saat hari H, ia tak berdiri di belakang bar, tak mencium uap pertama dari formulanya yang dibuat dalam skala besar, tak pula memastikan sendiri suhu air dan timbangan digital digunakan dengan benar. Ia hanya memperhatikan semuanya dari layar. “Nadia sudah kenyang. Sekarang Bunda ngeteh dulu ya,” ujarnya ke sang bayi yang kembali tertidur. “Izora?” panggil Bintang. “Ayo sarapan dulu.” Helia menoleh, memberi anggukan. Ia berdiri, meletakkan Nadia di bassinet sejenak. “Tidur lagi?” tanya Bintang. “As always asal nyusu, A,” tanggap Helia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN