Bab 46. Allysa Khawatir

1563 Kata

Udara asin laut masih tercium di antara kabut malam ketika Allysa menekan luka di bahu kiri Lucas dengan kedua tangannya yang berlumur darah. Jemarinya gemetar, napasnya tak beraturan, tapi ia terus menahan pendarahan itu. “Bertahan, Tuan … tolong bertahan.” Suaranya parau, nyaris tenggelam dalam desiran angin dan debur ombak. Darah terus merembes di sela-sela jarinya. Ia menatap wajah Lucas yang semakin pucat — bibirnya membiru, napasnya mulai melemah. Allysa segera merogoh saku jas pria itu, mencari apa pun yang bisa digunakan untuk menghentikan aliran darah. Ia menemukan sapu tangan hitam — kini basah dan lengket — lalu melilitkannya kuat di bahu Lucas, membentuk torniket darurat. “Nadinya lemah,” gumamnya setelah memeriksa pergelangan tangan Lucas. “Tapi masih ada detak.” Anak buah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN