Ruang tunggu di balik aula konferensi pers itu terasa seperti kotak penalti yang menyesakkan. Di luar, suara gedoran pintu dan teriakan wartawan masih terdengar seperti gerombolan serigala yang lapar. Bella berhasil melarikan diri dari kekacauan, namun dia tak benar-benar bisa lari dari kehancuran yang menunggu. "Ini semua karena Septimus. Dia yang membuatku jadi begini!" Bella terus menggumamkan itu dengan tubuhnya yang gemetar hebat. ** "Kau menghancurkanku, Septimus!" Bella berteriak, suaranya melengking pecah. Ia melempar sepatu hak tingginya ke arah Septimus, namun pria itu menghindar dengan wajah membeku. "Kau bilang rencana ini sempurna! Kau bilang kau sudah menyuap orang teknis agar rekaman itu tidak pernah ada!" Septimus berbalik, matanya berkilat penuh kebencian. Ia melan

