"Pilih?? Pilih apa?? Apa yang harus Storm pilih??" tanya Storm yang masih juga tidak mengerti, dengan kemauan dari wanita tua di sisinya ini. "Pilih salah satu wanita, yang ada di foto ini!" perintah Saron yang semakin membuat kerutan di dahi Storm bertambah banyak. "Tapi untuk apa??" tanya Storm dengan nada yang tidak ramah. "Ya untuk menjadi pendamping hidup kamu. Untuk jadi menantu di keluarga kita nantinya." Storm mengerjap perlahan sambil menggelengkan kepalanya. Oh ya Tuhan. Apa lagi ini??? Storm melipat bibirnya dengan erat. Lalu kemudian, ia tumpuk kembali lembaran foto itu dan selanjutnya, ia berikan foto tersebut kepada Saron lagi. "Ambil ini. Ambil kembali, Mom. Storm sama sekali tidak tertarik dengan mereka semua. Storm tidak menginginkannya!!" tegas lelaki dengan bola ma

