Berandai-andai

2011 Kata

Storm berdiam diri di dalam kamar, sembari menatap ke arah langit-langit kamarnya saja. Kemajuan hari ini, sudah cukup lumayan. Alice tidak menolak apapun yang ia berikan. Tidak lagi ketus juga kepadanya. Apakah, ini adalah sinyal yang cukup bagus, bila kedekatan mereka, akan kembali terjalin kuat seperti yang sudah-sudah?? Namun untuk memastikannya, ia harus mencoba peruntungannya lagi sepertinya. Storm yang belum tidur itupun turun dari atas tempat tidur. Ia datangi dapur yang sepi dan mengambil beberapa buah, dari dalam kulkas. Buah yang Storm diantaranya adalah apel, pir, melon maupun mangga juga. Storm letakkan di atas meja dapur dan ia juga mengambil pisau, untuk mengupas dan juga memotong-motong buah yang sudah ia kumpulkan tadi. Dengan begitu telaten Storm lakukan dan semua itu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN