Mereka tahu kondisi opanya memang tidak akan mungkin bisa membaik, setelah stroke yang membuat Jonathan lumpuh dan pikun. Maka dari itu mereka mulai berusaha legowo menerima kondisinya yang tidak sesehat dulu. Terlebih ingatannya yang timbul tenggelam. Bersyukur karena setidaknya opanya masih diberi panjang umur, bisa tetap bersama di tengah mereka. Namun, mau bagaimana lagi karena umur Jonathan sendiri juga sudah sembilan puluh tahun lebih. Apalagi sejak mengalami stroke memang kesehatannya dari hari ke hari terus menurun. Dari kantor Max mereka bergegas berangkat menuju ke Medical Centre. Jingga yang sedari semalam memang sudah merasa perasaan tidak enak tampak gusar. Entahlah, tidak tahu kenapa dia seperti gelisah sampai tidak nyenyak tidurnya. Beberapa kali terbangun dan susah terlela

