Hanami membuka mata dan hal pertama yang ia dengar adalah suara napas yang berat dan teratur. Ia menoleh ke arah ruang tengah yang hanya dibatasi sekat tipis. Di sana, Jasson sedang melakukan push-up. Jasson hanya mengenakan celana training panjang warna putih yang melorot rendah hingga tulang pinggulnya terekspos. Punggungnya yang lebar naik turun dengan ritme yang stabil, otot-ototnya berkontraksi kuat, mengkilap karena peluh yang membasahi kulitnya yang putih. Hanami menelan ludah. Ada rasa panas yang menjalar ke pipinya hanya dengan memperhatikan bagaimana setiap otot Jasson bekerja. "Sudah puas lihatnya?" Jasson bersuara tanpa menoleh, lalu melompat berdiri dengan gerakan atletis. Hanami buru-buru memalingkan wajah, pura-pura mencari ikat rambut. "Siapa yang lihat? Aku cuma mau ke

