Malam itu, gerbang besi tempa kediaman utama Atmajaya terbuka lebar, menyambut mobilnhitam Jasson dengan barisan lampu taman yang berpijar keemasan. Hanami meremas jemarinya di atas pangkuan. Ia masih ingat jelas beberapa bulan lalu, ia berdiri di sini menyaksikan Jasson diusir dengan makian yang membelah malam. Kini, segalanya terasa berbeda. Suasana angkuh itu mendadak luluh oleh hangatnya lampu teras. "Jangan ditahan napasnya, nanti pingsan," goda Jasson pelan. Ia memarkir mobil, lalu beralih menggenggam tangan Hanami. "Ingat, ada aku yang ada di sampingmu." Hanami mengulas senyum tipisnya seraya mengeratkan genggaman tangan. Sampai sejauh ini, perlahan Hanami bisa mencerna baik apa alasan dulu Xander mengusir Jasson. Bukan karena tidak sayang, justru karena terlalu sayang hingga Xand

